midads

Minggu, 26 September 2010

cyber crime Menyerang Indonesia


Magelang, CyberNews. Bahaya cyber crime tak hanya mengancam negara maju seperti Jepang, Amerika, Jerman dan Korea Selatan. Indonesia pun mulai memasuki titik rawan akibat perkembangan tekhnologi yang semakin canggih.
Apalagi penggunaan internet di Indonesia dalam tiga tahun terakhir sangat pesat. Jika dulu hanya orang kantoran yang mengakses internet maka kini warnet bertebaran di mana-mana.
"Cybercrime mengancam di mana-mana. Di dalam cyber crime termasuk pornografi internet, Blackberry dan bahaya teknologi lainya. Kita semua harus waspada," kata Menhan Purnomo Yusgiantoro usai memberikan pembekalan kepada siswa-siswi SMA Taruna Nusantara Magelang, Jumat (17/9).
Menurut dia kondisi sekarang berbeda dengan zaman dulu sehingga tantangan yang dihadapi juga semakin besar. Cyber crime ini muncul akibat makin pesatnya perkembangan teknologi di Indonesia. "Dulu tidak ada chating namun sekarang sudah lumrah. Karena itu kita harus selektif tapi inovatif," jelas Purnomo.
Karena itu, menurut menhan, Indonesia memerlukan UU yang bisa mencegah dan menangkal cyber crime. Pasalnya, jika tidak diatasi hal ini bisa menjadi kasus besar di kemudian hari.
Purnomo mengatakan UU ataupun peraturan pemerintah tentang cyber crime bukan sesuatu yang tabu karena tantangan semakin besar. "Prinsipnya, peraturan dibuat untuk mengatur supaya semua baik. Jadi aturan bisa disesuaikan dengan bahaya yang dihadapi," tegas dia.
Tak lupa, Purnomo juga meminta generasi muda untuk kreatif dan inovatif serta turun berperan dalam penemuan-penemuan baru. Perkembangan teknologi seharusnya bisa dijadikan sarana untuk memajukan bangsa Indonesia.


Gamer Indonesia Tanding di Amerika


Trisno Heriyanto - detikinet

Jakarta - Ajang World Cyber Game di Tanah Air telah usai, beberapa gamer terbaik pun bekesempatan mewakili Indonesia di ajang final kompetisi tersebut di Amerika. Siapa saja?

Berdasarkan keterangan yang diterima detiKINET, Minggu (26/9/2010), tim yang akan bertanding adalah, XCN atau EXECUTIONERS. Jawara Counter-Strike WCG Indonesian National Final dan Robin Prima Mardira Pemain FIFA Soccer nomor satu Indonesia. Semua remaja berbakat tersebut bakal mewakili Indonesia pada ajang Grand Final World Cyber Games 2010 di Amerika.

Berbeda dari tahun lalu dimana tim XCN tergabung dalam group Swedia dan Polandia, tahun ini tim juara bertahan ini bakal bergabung dengan group dari yang pernah Ukraina dan Yunani.

Sementara itu, Robin Prima Mardira yang sempat berlaga di gelaran WCG Asian Championship Singapura 9-11 Juli silam, grup C bersama Chili, Pakistan, Spanyol, Jerman dan Mexico.

World Cyber Game, merupakan ajang tahunan bergengsi di kalangan gamer. Untuk 2010, kompetisi ini diikuti oleh 60 negara dengan jumlah total 450 gamer dari seluruh dunia dan akan diselenggarakan pada 30 September sampai 3 Oktober 2010 di Los Angeles Convention, Amerika.


Amerika Kedatangan Dubes 'Gaul' Indonesia


Jumat, 10 September 2010
Dalam pidatonya di depan komunitas Indonesia, Dino Patti Djalal memaparkan kerangka kerjanya nanti sebagai Duta Besar RI untuk AS.
Foto: Embassy of Indonesia
Dalam pidatonya di depan komunitas Indonesia, Dino Patti Djalal memaparkan kerangka kerjanya nanti sebagai Duta Besar RI untuk AS. Ia akan resmi menjabat sebagai duta besar di Amerika ini setelah menyerahkan kredensialnya kepada Presiden Barack Obama pada tanggal 16 September.

“Saya mau jadi dubes gaul”, ujar Dino Patti Djalal dalam acara temu masyarakat yang diadakan tujuh jam setelah ia tiba di Amerika Serikat bersama istri dan tiga anaknya. Dino akan resmi menjadi Duta Besar RI untuk AS setelah menyerahkan kredensialnya kepada Presiden Barack Obama dalam sebuah upacara yang dijadwalkan akan berlangsung pada 16 September.

Sekitar 100 pemuka dan tokoh masyarakat Washington DC termasuk tokoh-tokoh agama, pegawai Bank Dunia, wartawan dan wakil organisasi masyarakat, hadir dalam temu masyarakat perdana Dubes Dino Patti Djalal. Semangat "gaul" ini ditunjukkannya dengan berjalan keliling memperkenalkan diri kepada semua tamu dan berterima kasih atas kehadiran setiap orang. Dengan pengalaman sebagai juru bicara kepresidenan yang seringkali menulis pidato Presiden, tidak heran pidato yang disampaikan lugas, mengena dan berbobot. Diawali dengan pernyataannya akan kecemasan terhadap kasus rencana pembakaran Al-Quran di Florida, Dino mengatakan lega mendengar kabar batalnya rencana tersebut.

Dino menyampaikan aspirasinya untuk mencapai hubungan yang luas atau yang ia sebut "kemitraan komprehensif" dengan pemerintah Amerika. Ia menjabarkan hubungan kerjasama yang diinginkannya adalah yang mencakup berbagai isu dan tidak dititikberatkan pada isu HAM, yang melihat jauh ke depan, sejajar dan menekankan politik luar negeri bebas aktif.

Dalam sambutannya yang berlangsung sekitar 25 menit ini, Dino berganti-ganti antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Ia mengatakan harapannya agar Indonesia menjadi negara yang handal dan bisa menjadi global player. Ia menambahkan, ”You cannot be a global player without enganging the US.”  Dan, Dino punya keyakinan positif tentang kerjasama ini.

Dino bercerita tentang ayahnya yang berasal dari Bukittingi, Sumatera Barat. Ayahnya ini yang menjadi orang pertama dari daerahnya yang datang ke AS di tahun 50-an. Ia bercerita bagaimana ayahnya bersekolah di University of Virginia dalam bidang Hukum Laut dan berhasil memperluas wilayah maritim Indonesia. Ia menyerukan semangat untuk menjadi agent of change alias pelopor perubahan. “Jangan terlena dengan kemakmuran negeri orang”, demikian bunyi nasehat ayahnya. Dino lantas menggunakan wejangan ayahnya tersebut untuk menyerukan kepada warga Indonesia di rantau ini agar menggunakan ilmu dan pengalamannya semaksimal mungkin.

Beberapa minggu sebelum kedatangannya, Dino sempat menyampaikan kalau ia akan menjadi dubes pertama yang menggunakan twitter. Malam ini, ia kembali menekankan kalau ia ingin menjadi dubes “gaul” dengan memasang statusnya melalui teknologi media sosial ini. Ia menekankan pentingnya networking dan lobby yang tidak menjadi bagian dari kurikulum sekolah resmi. Sejalan dengan ini, Dino memberikan pekerjaan rumah  kepada para diplomat di bawah pimpinannya untuk membeli dan membaca beberapa buku tertentu. “Instruksi pertama saya adalah membaca buku wajib Larry King berjudul "How To Talk to Anyone, Anytime, Anywhere," kata Dino. Rupanya ini adalah salah satu buku resep gaul Dino yang ingin dibagikan untuk para diplomat di Washington ini.

Acara perkenalan ini bertepatan dengan buka puasa terakhir dan sehari sebelum Lebaran. Dua hari setelah Lebaran, rumah Dubes akan kembali dibuka untuk ramah tamah dengan masyarakat. Acara silaturahmi yang tepat untuk berkenalan dan bertemu langsung dengan Dubes yang sudah ditunggu-tunggu. Harapan masyarakat terhadap Dino yang tergolong masih muda ini cukup tinggi untuk membawa angin segar demi meningkatkan hubungan kerja sama antar dua negara di panggung internasional.


VIDEO

ENTER-TAB1-CONTENT-HERE

RECENT POSTS

ENTER-TAB2-CONTENT-HERE

POPULAR POSTS

ENTER-TAB3-CONTENT-HERE
 

Portal Bebas Copyright © 2010 Premium Wordpress Themes | Website Templates | Blogger Template is Designed by Lasantha.