midads

Sabtu, 25 September 2010

Four Year Strong : Enemy Of The World






Kalau dibandingkan dengan dua album sebelumnya -Rise or die Trying (2007) dan Explains It All (2009)- musikalitas album Enemy of The World emang lebih terkonsep. Rasanya wajar kalau lagu It Must Really Suck to Be Four Year Strong Right Now jadi singel band asal Worcester, Massachusetts ini.
Sektor vokal trio Dan, Alan, dan Josh jempolan banget Banyak shout out bertenaga dan penuh emosi. Oh ya, di album ini FYS juga ngajak Jay Pepito untuk ikut mengisi suara di lagu What The Hell Is A Gigawatt.
Nggak cuma scream, Josh juga bisa tampil kalem di lagu Find My Way Back .
Di album Enemy of The World , band yang digawangi Alan Day (vocal /guitar) Dan O’Connor (vocal / guitar) Josh Lyford (vocal / synth) Joe Weiss (bass) dan Jackson Massucco (drum) ini juga mengeksplorasi track layer.
Bisa disimak di lagu Wasting Time (Eternal Summer ), Time Paul Revere’s Midnight Ride dan Flannel Is The Color Of My Energy , di mana banyak terdengar teriakan unik, tawa, tepuk tangan dan suara aneh lainnya.
Lumayan buat jejingkrakan! (Adnan)


Bullet For My Valentine - Fever






Satu yang pasti, di album ini, musik BFMV nggak lagi seagresif album sebelumnya. Tapi, bukan berarti musiknya jadi nggak seru. Justru, di album ini, kita bisa menemukan musik yang lebih unik.
Banyak lagu di album ini memberikan sentuhan yang lebih personal. Baik lewat lirik, pilihan riff, maupun aransemen.
Selain itu, lagu di album ini juga lebih catchy di telinga. Lebih bisa didengar, dan cenderung mengarah ke mainstream.
Yap! Sepertinya mereka mulai berani memadukan unsur metal dan hard rock. Komposisinya sekitar 75:25. Tentu saja metal masih memegang peranan penting.
Soal lagu yang pantes dijagoin, bisa langsung dengar Your Betrayel, nomor pembuka dengan dentuman drum luar biasa yang dipadu dengan riff paten.
A Place Where You Belong menawarkan nuansa yang lebih tenang dengan sentuhan klasik akustik di intro. Sedangkan Fever memperlihatkan speed yang jadi andalan band metal asal Inggris ini.
Namun, kalau harus disuruh memilih, Dignity dan Pretty on the Outside jadi favorit saya. Kedua lagu itu amat brilian. (ryo)


Abdul & The Coffee Theory - Love Theory






Track by track yang ada di albumnya selalu nyaman didengar. Hal ini juga yang terdengar di album Love Theory . Total sembilan lagu yang ada di album ini menyenangkan didengar. Liriknya pun pas, dengan repetisi yang nggak berlebihan.
Coba dengar lagu Aku Suka Caramu . Aransemennya gemilang. Gampang diingat, dan sepertinya pas didengar saat kencan.
Pun yang terdengar di Fun in Love . Lagu yang ada di track lima ini punya song yang menarik. Beat-nya pas bisa membuat kita ikutan bergeleng kepala sesuai lagu.
Nuansa bagian reff-nya mirip-mirip lagu Jacko. Dengan sedikit sentuhan lirik Inggris, bikin hasilnya terasa outstanding.
Sayang, untuk urusan bikin hook, Abdul masih belum stabil. Ada beberapa lagu yang masih belum nonjok di kuping. Meski masih masuk kategori easy listening .
Buat yang suka lagu romantis, sepertinya album ini pantas dipilih. Lagu-lagunya seru punya!


Can’t be tamed | Artis: Miley Cyrus






Memuat selusin lagu, Myley mencoba tampil dengan imej yang lebih ngerock. Plus dandanan gothic serba hitam, Myley memang keliatan berbeda dibanding dulu. Saat dia masih menjadi Hannah Montana. Toh, nggak jadi soal. Lagu-lagu rock ternyata pas juga dinyanyikannya.
Menyimak liriknya, Myley sepertinya pandai memilih lagu. Dari keseluruhan lagu yang ada di albumnya, semua “dekat” dengan kehidupan yang dijalaninya.
Nomor-nomor yang sepertinya pantas dikedepankan adalah Who Owns my Heart dan Can’t Be Tamed . Di dua lagu ini, energi Myley terasa meluap.
Selain itu, ada beberapa balada yang ampuh kalau didengarkan sendirian. Mulai dari cover version Poison, Every Rose Has It Torn , Forgiveness and Love , dan Stay .
Jangan lupakan juga kalau album ini memuat DVD konser Myley saat ngebawain barisan lagu di atas.
Jadi, konsepnya 2 in 1. Seru banget, dong!
Produser:
John Shanks
Produksi:
Universal Music
TRACK LIST:
1. Liberty Walk
2. Wo Owns My Heart
3. Can’t Be Tamed
4. Every Rose Has it Torn
5. Two More Lonely People
6. Forgiveness and Love
7. Permanent December
8. Stay
9. Scars
10. Take Me Along
11. Robot
12. My Heart Beats for Love


Danger Ranger - Party Animal






Delapan lagu yang terkemas dalam album ini cukup memberikan nuansa pop punk modern yang cukup apik. Tentunya semakin ramai juga dengan tambahan irama electro dance di lagu-lagu yang ada. Bukan berarti mereka melenceng dari musik mereka mainkan, justru menambah kesan teenage  yang sepertinya mereka coba tawarkan. Cukup baik, hanya saja semangat yang sama dalam setiap lagu yang ada membuat album ini terdengar datar dari awal hingga akhir.
Produksi album ini juga hampir terbilang selangkah lebih maju. Terdengar di mana para personil cukup mengeksplor musik mereka untuk mendapatkan nuansa pop punk modern dengan kualitas baik di mana kebanyakan band lokal yang bermain dalam genre semacam ini sulit untuk mencapainya.
Should I Stay  menjadi pembuka yang baik. Memberikan bayangan tersendiri menegnai warna musik dalam menikmati tujuh lagu lainnya. Sebelas dua belas dengan lagu lainnya seperti What A Horrible Date  dan She Says, Break Up .
Tetapi jika harus memilih, Berhenti Melangkah dan Hidupkan Mimpi menjadi pilhan dengan alasan lagu ini maju lirik bahasa Indonesia yang berbaur dengan baik dengan irama sehingga terdengar lebih dekat dengan telinga lokal penyuka genre seperti ini. Terdengar seperti kemasan Runner Runner, Boys Like Girls, hingga All Time Low. Masukan baru yang cukup direkomendasi bagi pendengar pop punk. (*)


VIDEO

ENTER-TAB1-CONTENT-HERE

RECENT POSTS

ENTER-TAB2-CONTENT-HERE

POPULAR POSTS

ENTER-TAB3-CONTENT-HERE
 

Portal Bebas Copyright © 2010 Premium Wordpress Themes | Website Templates | Blogger Template is Designed by Lasantha.